Showing posts with label renungan jiwa. Show all posts
Showing posts with label renungan jiwa. Show all posts

Monday, October 24, 2011

Berjalan tanpa arah dalam naungan senja yg merona

Berjalan tanpa arah dalam naungan senja yg merona,
terasa meleleh raga dalam panasnya rasa menyengat jiwa,
keringat pun membanjiri seperti hujan menyirami pertiwi,
jejak-jejak kaki yg mulai samar terbalut debu,
perlahan menghilang bagai tanpa bayangan menyertai,

malam kini perlahan merayap dalam kebisuannya,
mencoba menyapa semesta dengan ramah,
namun langit begitu angkuh dalam tatapannya yg begitu dingin,
resah sang malam hingga terlihat begitu buram,
meski bintang dan rembulan senantiasa bersinar,

akulah malam sang pemilik kegelapan yg sungguh pekat,
akulah rasa yg dapat tenggelamkan jiwa-jiwa dalam mimpinya,
akulah cinta yg memberi indah dalam peraduan kasih semesta,
dan akulah lara bila kau senantiasa bersembunyi dibalik
bayang-bayang kegelapanku.
by:
Ratu Zueliana

Friday, October 21, 2011

Matahari Tiga Bulan Empat Bintang


“Matahari Tiga Bulan Empat Bintang

Lelah itu datang kemudian
Letih menghujani mendatang
Cinta melintang berlawanan
Kasih tersenyum berpelukan

Kenangan bersahut-sahutan
Pedih berarak berterusan
Sesal berlari beriringan
Dosa gemerlap bertaburan

Bisu berteriak kesakitan
Terpaku dalam tiap jeritan
Tertunduk dihamparan
Samudera waktu tak bertuan
by:
Metha Sovia

Thursday, October 20, 2011

Saat malam mencapai puncaknya

Saat malam mencapai puncaknya
dan embun malam tengah berkuasa
disitu kurasakan perihnya tusukan cinta
mengoyak segala rasa, tanpa ada sisa
aku merasa bukan lagi menjadi diriku
karena otakku diliputi rasa yang tak akan pernah sirna
aku menjadi mabuk demi kuturuti katanya
rasanya tak perduli seberapa besar api
sedalam apapun lautan, selebar apapun jurang
dan sepedih apapun siksa, harus kulewati semua
tapi…..
itukah jalan keluar, itukah solusi
atau…..
bukankah itu semua implementasi dari kebodohan
bukankah itu pengungkapan akan kerdilnya manusia
bukankah itu penampakan sifat kekanakan
dari manusia yang merasa dirinya dewasa
sombongnya jiwa yang merasa besar
meski jiwa ini sebenarnya kosong tak berarti
apa yang bisa dilakukan manusia dengan jiwa kosongnya
selain mimpi pula disiang bolong
karena tak ada yang benar-benar nyata, tak ada yang benar-benar serius di alam dunia,
kecuali sudah kembali kepada-Nya
jadi…intinya adalah hanya pasrah pada Dia
pemilik alam raya dan isinya..........
by:
Triya Maniez

Kepedihan dan penyesalan

Kepedihan dan penyesalan telah
membelenggu bibir dari tawa dan
senyumku.
Tak seorangpun mendapatkannya lagi.
Aku telah mempersembahkan hanya
untukmu.
Tapi kini engkau telah tergolek diam dalam
keabadian.
Biarlah kulukis setangkai melati patah di
balik senja pada nisanmu,
Agar engkau selalu ingat pada selarik senja
yang telah mempertemukan kita
Senja itu pulalah yang mematahkan
tangkaimu, kita berada di pangkuan yang sama tapi tidak pernah bisa menggem tangan satu sama lain untuk bersama

@akasuna machiko

Langit senja gundah

Langit senja gundah
Laun rinai mendera deras
Di hampar luas cakrawala memutih
Resah di kepak pipit
kembali ke sarang
di pucuk malam kunang akan berdendang

Di sini
Raga tak simetri
Gemulai bak penari
Degup nadi tak seirama
Bidikku buram ruah
Tilam kulabuhkan diri menepi...
by:
Palung Jiwa Sang Pujangga