Showing posts with label kata kata bijak. Show all posts
Showing posts with label kata kata bijak. Show all posts

Wednesday, October 26, 2011

Kita tidak sedang bercerita tentang cinta

Kita tidak sedang bercerita tentang cinta
Sebab cinta bukan lagi boneka
Mainanku dimasa kanak
Mainanmu dimasa kanak
Malam kita peluk dalam ranjang
Dan siang kita lempar dalam keranjang

Kita tidak sedang bercerita tentang cinta
Sebab cinta bukan lagi cerita
Dongengku menjelang larut malam
Dongengmu menjelang larut malam
Yang hanya mengenal kau sebagai perempuan sunyi
Aku sebagai lelaki sunyi

Siang kita berlari
Menghitung persimpangan yang baru kita lewati
Sambil menghitung hujan di sekitar lampu tiga warna

Habisi cumbu dengan sukaria
Senja tinggalkan ujung bandara
by:
Pangeran Roy

Monday, October 24, 2011

Berjalan tanpa arah dalam naungan senja yg merona

Berjalan tanpa arah dalam naungan senja yg merona,
terasa meleleh raga dalam panasnya rasa menyengat jiwa,
keringat pun membanjiri seperti hujan menyirami pertiwi,
jejak-jejak kaki yg mulai samar terbalut debu,
perlahan menghilang bagai tanpa bayangan menyertai,

malam kini perlahan merayap dalam kebisuannya,
mencoba menyapa semesta dengan ramah,
namun langit begitu angkuh dalam tatapannya yg begitu dingin,
resah sang malam hingga terlihat begitu buram,
meski bintang dan rembulan senantiasa bersinar,

akulah malam sang pemilik kegelapan yg sungguh pekat,
akulah rasa yg dapat tenggelamkan jiwa-jiwa dalam mimpinya,
akulah cinta yg memberi indah dalam peraduan kasih semesta,
dan akulah lara bila kau senantiasa bersembunyi dibalik
bayang-bayang kegelapanku.
by:
Ratu Zueliana

Sunday, October 23, 2011

MEMBERI ternyata lbh NIKMAT drpd MENERIMA.


MEMBERI ternyata lbh NIKMAT drpd MENERIMA.
MEMAAFKAN ternyata lbh MELEGAKAN drpd MENDENDAM.
MENYAYANGI ternyata lbh MEMBAHAGIAKAN drpd DISAYANGI.

Lalu apakah krn EGOIS,
Sehingga SULIT utk MEMBERI, MEMAAFKAN dan MENYAYANGI ?

Kalau Anda memang EGOIS,
Maka pilihlah yg lbh NIKMAT,
Pilihlah yg lbh MELEGAKAN,
Dan pilihlah yg lbh MEMBAHAGIAKAN.

Semoga bisa MENIKMATI hidup dgn lebih HIKMAH.
by:
Dean Hermansyah

Friday, October 21, 2011

Matahari Tiga Bulan Empat Bintang


“Matahari Tiga Bulan Empat Bintang

Lelah itu datang kemudian
Letih menghujani mendatang
Cinta melintang berlawanan
Kasih tersenyum berpelukan

Kenangan bersahut-sahutan
Pedih berarak berterusan
Sesal berlari beriringan
Dosa gemerlap bertaburan

Bisu berteriak kesakitan
Terpaku dalam tiap jeritan
Tertunduk dihamparan
Samudera waktu tak bertuan
by:
Metha Sovia

Sadarilah bahwa untuk beberapa saat engkau akan berlaku agak aneh


Sadarilah bahwa untuk beberapa saat engkau akan berlaku agak aneh, yaitu merasa bahwa engkau hanya sendiri di dalam hidup ini, dan bahwa dunia ini kosong dari apa pun yang bisa menggembirakanmu.

Cobalah ingat, betapa cerianya engkau dulu sebelum dia datang dan membuatmu jatuh cinta kepadanya?
...
Bukankah engkau dulu mampu untuk hidup mandiri dan bebas untuk bergembira di mana pun dan dengan siapa pun?

Apakah dia demikian hebatnya, sampai-sampai engkau berlaku menistakan nikmat Tuhan yang amat sangat luas ini?

Jangan sampai engkau ditanya:

... nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau nistakan?

Jangan sampai engkau tidak mendapatkan yang tidak baik bagimu sekarang, dan membatalkan kepantasanmu untuk mendapatkan belahan jiwa yang sesuai bagimu jika engkau berbaik sikap?

Apakah sesungguhnya engkau sedang menistakan rencana Tuhan bagi jiwa yang lebih baik, karena engkau tak kunjung membijak kehilangan yang tidak baik?

... nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau nistakan?

Sudahlah. Lupakanlah dia.

Dulu engkau berbahagia tidak mengenalnya, dan engkau bisa tetap berbahagia setelah pernah mengenalnya.

Perlakukanlah dia sebagai yang pernah kau cintai, seperti keikhlasanmu menerima semua kehilanganmu selama ini.

Pantaskanlah dirimu bagi belahan jiwa yang lebih baik.

Sesungguhnya,

Keindahan yang kau dapat, sesuai dengan keindahan yang kau upayakan.
by:
Noby Densus Lapan-Tujuh

Thursday, October 20, 2011

Saat malam mencapai puncaknya

Saat malam mencapai puncaknya
dan embun malam tengah berkuasa
disitu kurasakan perihnya tusukan cinta
mengoyak segala rasa, tanpa ada sisa
aku merasa bukan lagi menjadi diriku
karena otakku diliputi rasa yang tak akan pernah sirna
aku menjadi mabuk demi kuturuti katanya
rasanya tak perduli seberapa besar api
sedalam apapun lautan, selebar apapun jurang
dan sepedih apapun siksa, harus kulewati semua
tapi…..
itukah jalan keluar, itukah solusi
atau…..
bukankah itu semua implementasi dari kebodohan
bukankah itu pengungkapan akan kerdilnya manusia
bukankah itu penampakan sifat kekanakan
dari manusia yang merasa dirinya dewasa
sombongnya jiwa yang merasa besar
meski jiwa ini sebenarnya kosong tak berarti
apa yang bisa dilakukan manusia dengan jiwa kosongnya
selain mimpi pula disiang bolong
karena tak ada yang benar-benar nyata, tak ada yang benar-benar serius di alam dunia,
kecuali sudah kembali kepada-Nya
jadi…intinya adalah hanya pasrah pada Dia
pemilik alam raya dan isinya..........
by:
Triya Maniez

Langit senja gundah

Langit senja gundah
Laun rinai mendera deras
Di hampar luas cakrawala memutih
Resah di kepak pipit
kembali ke sarang
di pucuk malam kunang akan berdendang

Di sini
Raga tak simetri
Gemulai bak penari
Degup nadi tak seirama
Bidikku buram ruah
Tilam kulabuhkan diri menepi...
by:
Palung Jiwa Sang Pujangga

Wednesday, October 19, 2011

Ada seribu puisi di hati

Ada seribu puisi di hati
Yang berisi tentang suasana hati
Ada seribu puisi dibaca
Lewat mulut indah penyairnya
Ada seribu puisi dicampakkan
Oleh si buta dan si tuli peradaban
Namun ada satu puisi terpatri di hati
Tentang cahaya-cahaya Ilahi
by:
Pangeran Roy