Monday, October 24, 2011

Berjalan tanpa arah dalam naungan senja yg merona

Berjalan tanpa arah dalam naungan senja yg merona,
terasa meleleh raga dalam panasnya rasa menyengat jiwa,
keringat pun membanjiri seperti hujan menyirami pertiwi,
jejak-jejak kaki yg mulai samar terbalut debu,
perlahan menghilang bagai tanpa bayangan menyertai,

malam kini perlahan merayap dalam kebisuannya,
mencoba menyapa semesta dengan ramah,
namun langit begitu angkuh dalam tatapannya yg begitu dingin,
resah sang malam hingga terlihat begitu buram,
meski bintang dan rembulan senantiasa bersinar,

akulah malam sang pemilik kegelapan yg sungguh pekat,
akulah rasa yg dapat tenggelamkan jiwa-jiwa dalam mimpinya,
akulah cinta yg memberi indah dalam peraduan kasih semesta,
dan akulah lara bila kau senantiasa bersembunyi dibalik
bayang-bayang kegelapanku.
by:
Ratu Zueliana

1 comment: